, ,

Suasana Penuh Amanah di Ruang Kerja Bupati saat Dua Pejabat Terima SK Plt

oleh -1574 Dilihat

Bupati Aceh Barat Kukuhkan Dua Pejabat Plt, Tegaskan Amanah Jabatan untuk Akselerasi Pelayanan Publik

Jeritan Meulaboh– Suasana di ruang kerja Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP, MM, pada Selasa (2/9/2025) pagi terasa khidmat dan penuh makna. Di balik kesan formal prosesi pemerintahan, tersirat semangat baru dan amanah besar yang akan diemban. Pada hari itu, Bupati Tarmizi secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pelaksana Tugas (Plt) kepada dua orang pejabat yang dinilai potensial untuk memikul tanggung jawab yang lebih besar dalam struktur Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat.

Penunjukkan ini bukan sekadar rotasi  Suasana birokrasi biasa, melainkan sebuah langkah strategis untuk menyuntikkan semangat kepemimpinan baru dan memastikan kontinuitas pembangunan, khususnya di tingkat kecamatan dan isu strategis daerah.

Siapa Para Pejabat yang Dipercaya?

Dua nama yang menerima kepercayaan tersebut adalah:

  1. Dedi Wahyudi: Sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Camat (Sekcam) Woyla, kini secara resmi dipromosikan untuk mengemban tugas sebagai Plt. Camat Woyla. Lonjakan jabatan ini menunjukkan bahwa Bupati Tarmizi melihat kapasitas dan pemahaman lapangan yang dimiliki Dedi selama menjadi orang kedua di kecamatan tersebut. Sebagai Sekcam, ia telah memahami betul seluk-beluk, potensi, dan tantangan yang dihadapi oleh Kecamatan Woyla.

  2. Zona Marliansyahputra: Dari posisinya sebelumnya sebagai Analis Kebijakan Pemerintah di Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab), Zona kini dipercaya memegang tampuk Plt. Kepala Bagian Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra). Bagian ini memegang peran krusial dalam merumuskan dan mengkoordinasikan kebijakan yang menyangkut langsung hajat hidup orang banyak, mulai dari kesehatan, sosial, tenaga kerja, hingga hal-hal yang berkaitan dengan keistimewaan Aceh. Latar belakangnya sebagai analis kebijakan dinilai sangat relevan untuk mengisi posisi strategis ini.

Amanah, Bukan Sekadar Jabatan

Dalam sambutannya yang tegas dan penuh motivasi, Bupati Tarmizi tidak hanya menyampaikan selamat, tetapi lebih menekankan pada esensi dari sebuah jabatan.

“Ingat, jabatan sebagai amanah, bukan sekadar kedudukan atau posisi formal,” tegas Tarmizi, seperti dikutip dalam ruangan tersebut.

Suasana Penuh Amanah di Ruang Kerja Bupati saat Dua Pejabat Terima SK Plt
Suasana Penuh Amanah di Ruang Kerja Bupati saat Dua Pejabat Terima SK Plt

Baca Juga: Meulaboh, Kota Pahlawan di Barat Aceh yang Kaya Sejarah dan Budaya

Pernyataan ini menjadi pondasi filosofis dari seluruh arahan beliau selanjutnya. Bupati meminta kedua pejabat untuk segera bekerja secara maksimal, menunjukkan dedikasi tanpa reserve, dan menjadikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sebagai kompas utama dalam bertindak.

Arahan Strategis untuk Pembangunan yang Holistik

Bupati Tarmizi tidak hanya memberikan amanah umum, tetapi juga memberikan arahan yang sangat spesifik dan kontekstual, terutama kepada Plt. Camat Woyla, Dedi Wahyudi.

Pertama, Membangun Sinergi dengan Pilar Masyarakat. Tarmizi menekankan pentingnya membangun komunikasi dan hubungan yang erat dengan para ulama dan tokoh masyarakat. Dalam konteks Aceh yang kental dengan nilai-nilai religius dan kekerabatan, para ulama dan tokoh adat adalah pilar penguatan sosial yang tidak tergantikan. Sinergi ini dianggap vital untuk menciptakan harmoni dan dukungan masyarakat terhadap setiap program pembangunan.

Kedua, Akselerasi Dana Desa. Bupati menyoroti pentingnya mendukung percepatan dan pengawasan penyaluran Dana Desa. Dengan dana yang tersalurkan secara tepat waktu, tepat sasaran, dan tepat guna, maka proses pembangunan di tingkat gampong (desa) dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Camat dituntut untuk menjadi motivator dan fasilitator bagi kepala desa di wilayahnya.

Ketiga, Implementasi Instruksi Daerah yang Konkret. Arahan ini mungkin yang paling mencerminkan visi kepemimpinan Tarmizi. Beliau mengingatkan agar instruksi-instruksi keagamaan dan sosial yang telah dicanangkan Pemkab dijalankan secara serius di Woyla. Beberapa program yang disebutkan secara eksplisit adalah:

  • Pelaksanaan Shalat Berjamaah: Menguatkan kehidupan beragama di masyarakat.

  • Penguatan Program Magrib Mengaji: Menjaga generasi muda dari pengaruh negatif dengan mengakrabkan mereka dengan Al-Qur’an.

  • Pemberantasan Judi Online dan Narkoba: Dua kejahatan yang disebutnya “kian meresahkan” dan membutuhkan upaya pemberantasan yang nyata dan berkelanjutan.

Visi yang Lebih Besar: Dari Administrasi ke Dampak Nyata

Akhirnya, Bupati Tarmizi menegaskan bahwa esensi jabatan yang diemban kedua pejabat ini melampaui tanggung jawab administratif belaka.

“Tetapi lebih pada bagaimana mereka mampu memberi dampak langsung terhadap perbaikan kualitas pelayanan publik,” ujarnya.

Pernyataan ini merupakan kristalisasi dari harapan besar seorang pemimpin daerah. Tarmizi menginginkan Suasana birokrasi yang tidak hanya menjalankan mesin pemerintahan, tetapi sebuah pemerintahan yang benar-benar melayani, hadir, dan berpihak kepada rakyat.

Pengangkatan Dedi Wahyudi dan Zona Marliansyahputra adalah bagian dari upaya mewujudkan visi tersebut. Keduanya diharapkan dapat menjadi ujung tombak yang menghadirkan wajah pemerintah yang lebih responsif, agamis, dan berdedikasi penuh untuk kesejahteraan masyarakat Aceh Barat. Kepercayaan ini tentunya dijalankan dengan komitmen dan tanggung jawab besar untuk mewujudkan Aceh Barat yang lebih maju dan sejahtera.

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.