Meulaboh – Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan pada Minggu pagi ini.
Data terbaru dari Pos Pengamatan Gunung Semeru mencatat terjadi empat kali erupsi dalam rentang waktu beberapa jam saja.
Setiap erupsi menghasilkan kolom letusan yang menjulang tinggi mencapai hingga 800 meter di atas puncak kawah.
Aktivitas ini menimbulkan kewaspadaan tinggi dari pihak berwenang dan masyarakat sekitar.
Gunung Semeru yang dikenal sebagai gunung tertinggi di Pulau Jawa, memang sejak lama menjadi objek perhatian karena karakteristiknya yang aktif.
Baca Juga : Pembuat Uang Palsu Rp 640 Juta di UIN Makassar Divonis 4 Tahun Penjara
Masyarakat di sekitar kawasan lereng Gunung Semeru diminta untuk tetap tenang
Badan Geologi bersama dengan PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) terus memantau situasi dengan intensif.
Masyarakat dihimbau untuk tidak mendekati zona bahaya yang telah ditetapkan sekitar 5 kilometer dari kawah.
Erupsi yang terjadi pada pagi ini merupakan bagian dari aktivitas vulkanik yang sudah berlangsung beberapa bulan terakhir.
Namun, intensitas dan frekuensi erupsi kali ini meningkat drastis.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Semeru, Dr. Arif Nugroho, menjelaskan bahwa letusan kali ini didominasi oleh semburan abu vulkanik dan lontaran material pijar.
“Empat kali erupsi terjadi dalam waktu kurang dari tiga jam, dengan kolom abu mencapai 800 meter,” ungkapnya.
Semburan abu tersebut tersebar ke arah timur laut sesuai dengan arah angin pada pagi hari.
Masyarakat di daerah tersebut diminta menggunakan masker dan menutup sumber air minum sementara waktu untuk menghindari kontaminasi.
Selain itu, petugas juga memperingatkan potensi hujan abu yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Erupsi Gunung Semeru bukan hanya mengeluarkan abu, tetapi juga material panas yang bisa menyebabkan lahar panas turun ke lereng.
Koordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan di wilayah terdampak juga terus dijalankan agar kesiapsiagaan dapat ditingkatkan.
“Kami meminta masyarakat agar tidak panik dan segera mengikuti arahan petugas bila ada perintah evakuasi,” kata Kepala BPBD Kabupaten Lumajang.
