Meulaboh – Rekor Pertama Sejarah Untuk pertama kalinya dalam sejarah, nilai tukar dolar Singapura (SGD) terhadap rupiah Indonesia tembus Rp13.000, mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.
Kenaikan ini terjadi di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang terus melemah sejak kuartal ketiga tahun ini.
Berdasarkan data pasar spot valuta asing, kurs SGD/IDR pada Kamis pagi tercatat menyentuh level Rp13.025 per dolar Singapura.
Ini merupakan pertama kalinya SGD menembus angka psikologis Rp13.000, menandai perubahan besar dalam tren kurs antara kedua mata uang Asia Tenggara tersebut.
Analis pasar menilai penguatan dolar Singapura didorong oleh beberapa faktor, termasuk stabilitas ekonomi Singapura, serta pelemahan fundamental ekonomi Indonesia
Di sisi lain, rupiah terus berada di bawah tekanan akibat ketidakpastian global, defisit transaksi berjalan, dan kekhawatiran terhadap inflasi domestik.

Baca Juga : Sehari Setelah KLB Puluhan Pelajar Cipongkor Kembali Keracunan MBG
Penguatan SGD juga terjadi di tengah naiknya permintaan terhadap aset safe haven, di mana dolar Singapura dinilai lebih stabil di kawasan ASEAN.
Bank sentral Singapura, Monetary Authority of Singapore (MAS), menerapkan kebijakan moneter berbasis nilai tukar yang membuat mata uangnya relatif kuat terhadap regional.
Sementara itu, Bank Indonesia lebih fokus pada stabilisasi nilai tukar dan pengendalian inflasi, yang menyebabkan intervensi terbatas di pasar valas.
Para pelaku pasar mencermati bahwa perbedaan kebijakan moneter antara Indonesia dan Singapura menjadi salah satu penyebab divergensi nilai tukar.
Melemahnya rupiah terhadap SGD juga diperparah oleh penguatan dolar AS, yang menyeret banyak mata uang negara berkembang melemah secara kolektif.
Sebagai mata uang yang berstatus semi-safe haven, SGD menjadi alternatif utama di kawasan selain yen dan franc Swiss.
Banyak investor asing di Asia Tenggara kini mengalihkan portofolionya ke aset berbasis SGD untuk menjaga nilai kekayaan mereka.
Dolar Singapura juga mengalami apresiasi terhadap mata uang lainnya, termasuk baht Thailand, peso Filipina, dan ringgit Malaysia.
Di Indonesia, lonjakan kurs SGD menyebabkan harga barang impor




![sidang-kasus-korupsi-chromebook-muliadetikcom-1765861445172_169[1] Nadiem Masih Dibantarkan](https://www.livegood123.com/wp-content/uploads/2025/12/sidang-kasus-korupsi-chromebook-muliadetikcom-1765861445172_1691-148x111.jpeg)
![atalia-praratya-tiba-untuk-menghadiri-sidang-tahunan-2025-di-gedung-mprdpr-ri-jakarta-jumat-1582025-1755222748085_169[1] Atalia Praratya](https://www.livegood123.com/wp-content/uploads/2025/12/atalia-praratya-tiba-untuk-menghadiri-sidang-tahunan-2025-di-gedung-mprdpr-ri-jakarta-jumat-1582025-1755222748085_1691-148x111.jpeg)