Meulaboh – Pramono Resmikan kendaraan dan panasnya aspal perkotaan, kini hadir oase hijau baru di bawah kolong tol Wiyoto Wiyono. Sekretaris Kabinet Pramono Anung meresmikan Taman Si Pitung, sebuah ruang publik yang menjadi simbol perubahan kawasan kumuh menjadi tempat yang ramah, hijau, dan inspiratif bagi warga.
Dari Kolong Tol Jadi Ruang Hidup
Selama ini, area di bawah tol sering identik dengan tempat kumuh, gelap, dan tidak terurus. Namun, inisiatif ini mengubah wajahnya menjadi taman terbuka dengan fasilitas sederhana seperti jalur pedestrian, taman bunga, area duduk, serta ruang bermain anak.
Nama Taman Si Pitung diambil dari tokoh legendaris Betawi yang dikenal berani dan berpihak pada rakyat kecil — simbol perjuangan keadilan sosial yang sejalan dengan semangat revitalisasi kawasan ini.
“Kita ingin menunjukkan bahwa ruang publik bisa diciptakan di mana saja, bahkan di bawah tol. Yang penting ada kemauan, kreativitas, dan kepedulian terhadap warga,” ujar Pramono saat meresmikan taman tersebut, Kamis (…).
Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat

Baca Juga : BKD Sidoarjo Selidiki Dugaan ASN Ikut Pesta Gay di Hotel Surabaya
Proyek Taman Si Pitung merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemprov DKI Jakarta, serta komunitas warga setempat. Warga sekitar turut serta dalam proses penataan, mulai dari pengecatan mural, penanaman pohon, hingga menjaga kebersihan area.
Langkah ini diharapkan bisa menjadi model pembangunan partisipatif, di mana masyarakat bukan hanya penonton, tapi juga bagian dari perubahan.
Ruang Publik yang Menyatukan
Selain menjadi tempat rekreasi, Taman Si Pitung juga diharapkan berfungsi sebagai ruang sosial — tempat anak muda berkreasi, warga berinteraksi, hingga komunitas seni menampilkan karyanya.
“Dulu kami tidak pernah terpikir kolong tol bisa seindah ini. Sekarang jadi tempat nongkrong dan olahraga warga,” ujar Siti, warga Papanggo.
Menjadi Contoh untuk Kota Lain
Inisiatif menghidupkan area di bawah tol bukan hal baru, namun langkah yang dilakukan di Jakarta Utara ini menunjukkan hasil nyata: ruang publik bisa tumbuh di tempat yang tidak terduga. Pemerintah berharap konsep ini dapat direplikasi di kota-kota lain di Indonesia yang menghadapi keterbatasan lahan.
Penutup
Peresmian Taman Si Pitung di kolong tol Wiyoto Wiyono bukan hanya tentang taman baru, tapi tentang harapan baru — bahwa ruang kota bukan sekadar beton dan kendaraan, melainkan tempat di mana masyarakat bisa bernafas, berkumpul, dan merasa memiliki.
Jakarta mungkin kota yang padat, tapi lewat inisiatif seperti ini, ruang untuk hidup bersama tetap bisa tumbuh — bahkan di bawah bayang-bayang tol.

![sidang-kasus-korupsi-chromebook-muliadetikcom-1765861445172_169[1] Nadiem Masih Dibantarkan](https://www.livegood123.com/wp-content/uploads/2025/12/sidang-kasus-korupsi-chromebook-muliadetikcom-1765861445172_1691-148x111.jpeg)
![atalia-praratya-tiba-untuk-menghadiri-sidang-tahunan-2025-di-gedung-mprdpr-ri-jakarta-jumat-1582025-1755222748085_169[1] Atalia Praratya](https://www.livegood123.com/wp-content/uploads/2025/12/atalia-praratya-tiba-untuk-menghadiri-sidang-tahunan-2025-di-gedung-mprdpr-ri-jakarta-jumat-1582025-1755222748085_1691-148x111.jpeg)
![Alur-Pendaftaran-CPMI-PT-Dewi-Pengayom-Bangsa-(1)[1]](https://www.livegood123.com/wp-content/uploads/2025/12/Alur-Pendaftaran-CPMI-PT-Dewi-Pengayom-Bangsa-11-148x111.jpg)
![IndraSjafri[1]](https://www.livegood123.com/wp-content/uploads/2025/12/Indra20Sjafri1-148x111.jpg)
![fefehjhk_11zon[1]](https://www.livegood123.com/wp-content/uploads/2025/12/fefehjhk_11zon1-148x111.jpg)