, ,

Bentrok Warga di Ambon 1 Orang Tewas, 4 Terluka Termasuk Polisi, 17 Rumah Dibakar

oleh -1506 Dilihat

Meulaboh – Bentrok Warga antara warga Desa Hunuth dan Desa Hitu di Ambon terjadi pada Selasa, 19 Agustus 2025, sekitar di kawasan Durian Patah, Kecamatan Teluk Ambon, memancing keprihatinan publik.

Bentrok Warga di Ambon ini dipicu oleh tawuran antarsiswa yang awalnya terlihat sebagai konflik kecil namun memicu kekerasan luas.

Tragisnya, satu orang tewas akibat penikaman dalam peristiwa tersebut, menjadi pemantik utama eskalasi konflik

Bentrok Warga di Ambon
Bentrok Warga di Ambon

Baca Juga : Golkar santuni anak yatim syukuran 2 dekade perdamaian Aceh

Aksi bentrok pun memicu pembakaran sebanyak 17 rumah warga di kedua desa yang terlibat.

Dari dampak sosialnya, lebih dari 200 jiwa harus mengungsi ke lokasi aman seperti Desa Nania dan Negeri Lama.

Wali Kota Ambon, Bodewin Melkias Wattimena, memastikan bahwa pemkot segera mengganti dan membangun kembali rumah warga yang terbakar.

Korban luka dalam bentrokan ini termasuk seorang anggota polisi Bripda Wisnu, yang mengalami cedera akibat lemparan massa saat melakukan penanganan.

Polisi langsung menindaklanjuti kasus penikaman dan pembakaran dengan melakukan penyelidikan intensif, termasuk memeriksa sejumlah saksi di tempat kejadian.

Sebanyak 350 personel gabungan TNI-Polri, termasuk anggota Brimob, Polresta, dan Kodim Ambon,

Polisi juga membuka barikade jalan dan mengamankan area serta membantu evakuasi warga agar situasi kembali kondusif

Wali Kota Ambon turun langsung ke lokasi bentrokan, mengajak warga untuk menahan diri dan menyelesaikan konflik dengan musyawarah damai.

Pemerintah kota menyalurkan bantuan darurat melalui Dinas Sosial: alat tidur, kebutuhan mandi, obat-obatan, dan makanan bagi pengungsi.

Polisi membangun pos pengamanan di beberapa titik strategis seperti pertigaan Durian Patah dan SPBU untuk menjaga ketertiban pasca bentrokan.

Wali Kota menekankan agar masyarakat tak terprovokasi isu-isu liar dan mempercayakan penanganan sepenuhnya kepada aparat hukum.

Polisi juga mengimbau warga jangan main hakim sendiri dan menyerahkan proses hukum kepada penegak hukum yang sah.

Kepala Satreskrim Polresta Ambon berharap peran aktif warga dalam memberikan informasi kepada polisi terkait pelaku penikaman dan pembakaran.

Meski bentrokan telah mereda, aparat terus melakukan patroli preventif guna mengantisipasi terulangnya konflik.

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.